28 Nov 2019

Kerja, Kerja, Mau Maju, Yuk Minum Jamu!

“Biasanya kalau pagi sebelum beraktivitas, saya minum jamu. Jamu ini adalah campuran dari temulawak, jahe, dan kunyit,” ujar orang nomor satu di Indonesia alias Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi. Ujaran itu, ia ungkapkan melalui vlog.

Tak cukup itu, Presiden Jokowi lantas menunjukkan jamu racikannya.

Jokowi mengajak wartawan minum jamu. (Ist.)


“Jahe ditumbuk atau dirajang-rajang (diiris-iris), temulawak, kunyit juga, kemudian di seduh air panas, di saring kemudian diminum,” paparnya. “Ini sudah saya minum mungkin 17 sampai 18 tahun yang lalu dan masih saya minum sampai sekarang,” imbuhnya.

“Saya rasa akan memberikan manfaat baik bagi kebugaran tubuh. Ingin mencoba? Ya dibuat sendiri!” tutupnya.

“Jamu Jokowi” ini memang bukan rahasia lagi. Sejak terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kemudian menjadi Presiden RI, banyak orang bertanya “rahasia” kebugaran Jokowi. Rahasianya memang telah terkuak, salah satunya yaitu jamu racikan temulawak, jahe, dan kunyit.

Nah, yang menjadi pertanyaan, mengapa temulawak, jahe, dan kunyit dapat menjaga kebugaran tubuh? Yuk intip manfaat temulawak, jahe, dan kunyit!

Temulawak
Curcuma xanthorrhiza Roxb alias temulawak merupakan bahan rempah yang sudah amat populer di Indonesia. Selain bisa menjaga kebugaran raga, temulawak juga bisa mengatasi perut kembung dan diare. Dilansir dari Clinical Gastroenterology and Hepatology, pasien dengan gangguan pencernaan berangsur membaik jika mengonsumsi temulawak secara teratur.

Temulawak (freepik)
Para pakar kesehatan, melalui aneka penelitian juga menyimpulkan bahwa kandungan dalam temulawak dalam mengatasi masuk angin dan sakit kepala. Bahkan sebuah jurnal kesehatan, The Prostate, mengungkapkan bahwa temulawak memiliki kandungan aktif yang bisa membantu pengobatan kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus. Jurnal itu didukung penelitian di University of Maryland Medical Center yang menyebutkan, nutrisi dalam temulawak bisa membunuh perkembangan sel kanker dengan efektif.

Jahe
Nah, sekarang giliran jahe. Selama ratusan tahun, jahe telah terbukti memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Selain sebagai bumbu masakan, jahe juga dimanfaatkan untuk mengobati aneka penyakit. Rutin minum seduhan jahe terbukti dapat mencegah dan mengurangi peradangan yang disebabkan nyeri osteoarthritis dan rematik.

Jahe (freepik)
Kandungan aktif, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron dalam tanaman rimpang yang memiliki nama ilmiah Zingiber officinale ini memang telah diteliti mampu mengatasi nyeri peradangan dalam tubuh. Selain itu, sebuah penelitian di Iran membuktikan jahe dapat menurunkan gula darah puasa dan kadar HbA1c dalam darah. Orang pengidap diabetes tipe 2 yang minum seduhan jahe nyatanya mengalami penurunan gula darah puasa yang cukup drastis.

Kunyit
Curcuma longa alias kunyit tak cuma mampu menyedapkan santapan. Rempah berkelir kuning ini juga memiliki kemampuan menjaga kesehatan dan sebagai obat herbal. Kunyit sudah sejak lama populer digunakan sebagai obat gangguan pencernaan. Jurnal Pharmacognosy Reviews menyebutkan bahwa kandungan efek curcumin bisa mengobati peradangan akibat luka, terutama di saluran pencernaan. Hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi kekambuhan gejala maag.

Kunyit. (freepik)
Selain itu, kandungan curcumin juga bisa menjadi anti alergi. Kunyit bekerja seperti antihistamin yang menghambat peradangan serta mencegah pelepasan histamin, zat pemicu reaksi alergi.

Jantung juga mendapat asupan manfaat dari kunyit. Mengkonsumsi air kunyit saban pagi dapat membantu jantung tetap sehat. Curcumin yang terkandung dalam kunyit bisa menghalau plak atau kotoran dalam pembuluh darah, sehingga mencegah pengumpalan darah di jantung.

Kuy, itulah manfaat tiga rempah yang menjadi “jamu Jokowi”.

Racikan Tradisional, Teknologi Modern

Namun, kini jaman serba canggih. Teknologi pengolahan makanan dan minuman kian berkembang pesat. Meracik jamu ala Jokowi itu tentu akan memakan waktu lama. Bisa-bisa, harus bangun pagi lebih awal atau terlambat masuk kerja. Tentu kita tak mau dua-dua.

So, jangan bimbang dan ragu. Kini telah hadir kepraktisan meminum jamu ala Jokowi. Konimex menghadirkan Herbadrink, minuman herbal alami yang menyehatkan dalam kemasan sachet. Minuman ini diracik dengan resep tradisional dan diproses melalui teknologi modern. Selain menyehatkan, minuman ini juga praktis; tinggal sobek, sedu, lalu minum.

Herbadrink hadir dengan aneka varian, seperti Herbadrink Sari Jahe, Herbadrink Sari Temulawak, Herbadrink Kunyit Asam, dan yang lain. Yuk kita bahas satu-satu!

Herbadrink Sari Jahe mengandung ekstrak jahe 9,5 gram, gula, dan bahan lainnya. Satu sachet Herbadrink Sari Jahe disedu dengan satu gelar air panas, atau sekira 150 mililiter. Selain untuk menghangatkan badan, seduhan Herbadrink Sari Jahe ini juga mampu mengatasi perut kembung dan masuk angin.

Herbadrink Sari Jahe. (y.prayogo)
Herbadrink Sari Temulawak juga memiliki manfaat bagi kebugaran dan kesegaran raga. Dengan kandungan ekstrak temulawak 470 miligram, gula, dan bahan lainnya, Herbadrink Sari Temulawak bisa membantu memelihara kesehatan hati. Cara mengkonsumsi Herbadrink Sari Temulawak sama dengan Herbadrink Sari Jahe.

Herbadrink Sari Temulawak. (y.prayogo)
Kunyit asam adalah racikan jamu paling favorit di kalangan per-jamu-an. Jamu kunyit asam memiliki manfaat sebagai anti bakteri, anti radang, dan antioksidan. Nah, Herbadrink Kunyit Asam hadir dengan kandungan ekstrak kunyit 8,7 gram, ekstrak asam Jawa 1,9 gram, gula, dan bahan lainnya.

Herbadrink Kunyit Asam. (y.prayogo)
Selain varian-varian tersebut, Konimex juga menghadirkan varian lain seperti Herbadrink Beras Kencur, Herbadrink Chrysanthemum (Sugar Free), Herbadrink Sari Jahe (Sugar Free), Herbadrink Sari Temulawak (Sugar Free), dan Herbadrink Lidah Buaya (Sugar Free). Semua itu merupakan racikan resep-resep tradisional yang diolah dengan teknologi modern.

Kini, minum jamu tak perlu menunggu Mbok Jamu lewat depan rumah atau meracik sendiri. Semua itu butuh waktu dan tenaga. Kehadiran aneka varian Herbadrink ini menjadi solusi bagi kita yang mendamba manfaat dan khasiat resep jamu tradisional dengan cara yang praktis; cepat dan mudah.

Nah, jika kita ingin menjaga kebugaran dan kesegaran raga sepanjang hari di tengah aktivitas yang super sibuk seperti Pak Jokowi, telah tersedia racikan jamu tradisional dalam kemasan modern; Herbadrink Sari Jahe, Herbadrink Sari Temulawak, Herbadrink Kunyit Asam. Yuk minum jamu, agar bisa terus kerja, kerja, dan maju! Minum jamu, Indonesia maju! #KebaikanAlami

9 Feb 2019

Pencarian Fu di Sewugunung



Judul       : Bilangan Fu
Penulis    : Ayu Utami
Penerbit   : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Jakarta, 2008
Tebal       : x + 537 halaman


SANDI Yuda, Parang Jati, dan Marja berkelindan dalam kisah segitiga eros yang lembut. Yuda, seorang pemanjat tebing dan petaruh yang kerap melecehkan nilai-nilai yang diyakini masyarakat. Parang Jati, bagai malaikat yang berjari dua belas, yang dibentuk ayah angkatnya agar menanggung seluruh duka manusia. Marja, gadis yang memiliki tubuh bak kuda teji dan berjiwa matahari. Bertiga memanjat tebing di pegunungan kapur dekat Desa Sewugunung, di kawasan pantai selatan Jawa.


Sewugunung gempar. Satu penduduk desa mati. Jenazahnya hilang dari makam. Warga Sewugunung yakin, ia memiliki kesaktian. Tapi yang lain menganggap ia musyrik, sehingga mayatnya ditolak bumi. Perseteruan antara yang yakin diri “gaib” dengan yang yakin diri “kudus” kian seru dengan masuknya wajah kapitalisme dalam bentuk perusahaan tambang. Deru mesin telah siap sedia menggerus gundukan-gundukan kapur. Sandi Yuda, Parang Jati, dan Marja juga tercebur dalam pusaran itu.


Ketika sedang berayun-ayun di sebuah tebing, Sandi Yuda seperti memperoleh “wangsit” tentang bilangan fu. Fu bilangan tak berwujud. Fu bukan satu atau nol atau yang lain. Yuda terobsesi memecahkan rumus yang diciptakan sendiri itu. Rumus fu memang bukan logika matematika. Fu sebuah pencarian.


Pencarian fu, menurut penulis novel ini, Ayu Utami, merupakan pencarian spiritual. Pencarian yang menuntun Sandi Yuda bertemu dengan Parang Jati, mahasiswa geologi Institut Teknologi Bandung.
Parang Jati memiliki adik bernama Kupukupu. Lantaran kemelaratan akut, Kupukupu menjelma menjadi penganut agama yang radikal, yang menegakan keyakinan agama dengan pedang; yang mengucapkan “Tuhan” dengan berteriak-teriak. Ia menganggap upacara sesaji dan kepercayaan kepada Nyi Roro Kidul bagian dari musyrik. Parang Jati beda. Ia mendukung sesajen, takhayul, dan berbagai mitos yang diyakini orang-orang desa.


Cara beriman Kupukupu memicu kekacauan dan kekerasan di Sewugunung. Ia menghimpun pasukan berjubah dan menghardik para penyekutu Tuhan. Ia juga berselingkuh dengan perusahaan tambang yang akan merobohkan Watugunung. Ia memancing kehadiran pasukan ninja yang membunuh kiai dengan isu dukun santet.


Itulah sengkarut dalam novel yang mengambil latar waktu 1998-2001. Lewat bentrokan antara tokoh dan kisah, alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia ini menyusupkan kritik terhadap cara beragama atau berkeyakinan.


3M
Silang sengkarut di Sewugunung menghentak pemikiran modern dan cara beriman monoteisme. Pemikiran yang terlampau mengagungkan rasio, sampai-sampai meremehtemehkan nilai-nilai tradisi yang ramah pada alam. Pemikiran dan keyakinan yang merasa diri “paling kudus”, membuat abai terhadap keberadaan sesama.


Novel yang menyabet Khatulistiwa Literary Award 2008 ini menyinggung tentang 3M yang menyebabkan “kehancuran” manusia, yaitu monoteisme, modernisme, dan militerisme. Agama-agama monoteisme, dalam praktik cara berimannya kadang masih menganggap rendah agama-agama lokal sebagai penyembah berhala. Dengan memberikan label “sesat”, musyrik, dan yang lain, penganut keyakinan lokal halal untuk diusir, disakiti, bahkan dienyahkan. Padahal agama-agama lokal tumbuh dan berbuah di tengah lokalitas yang amat arif terhadap alam sekitar.


Bilangan Fu merupakan novel yang ditulis Ayu Utami dengan latar belakang meningkatnya kekerasan atas nama agama pada awal masa Reformasi. “Saya persembahkan ‘untuk Indonesia, yang dengan sedih aku cinta’,” tulis putri Bernadetta Suhartinah ini di laman milik pribadi.


Militerisme musuh demokrasi. Kisah Bilangan Fu mengambil latar di era awal gelombang reformasi yang menghantam rezim Orde Baru. Dan Orde Baru kaya akan aneka bentuk militerisme yang masih terus terwariskan hingga masa kekinian.


M yang ketiga adalah modernitas yang dipelihara dengan kemanjaan-kemanjaan kapitalisme. Segala dipandang dalam kacamata matematika ekonomis, termasuk cara menghidupi keyakinan.


Ketiga M ini kadang nampak berjalan sendiri-sendiri. Namun, kerapkali berjalan beriringan membentuk barisan yang padu, yang abai terhadap sesama, yang abai terhadap alam ciptaan-Nya.



Landung Simatupang dalam peluncuran Bilangan Fu (foto:y.prayogo)
Spiritualisme kritis
Penulis novel Saman (1998) ini, dengan sangat kental meniupkan nafas spritualisme kritis pada Bilangan Fu. Ia mengangkat wacana spritual-keagamaan, kebatinan, dan mistik. Ayu Utami sepertinya ingin membedakan agama dan spiritual. Agama formal tak lebih dari seperangkat aturan dan kepercayaan yang dibebankan kepada pengikutnya. Agama formal bersifat top-down, diwarisi dari rasul, pendeta, nabi, dan kitab suci atau ditanamkan melalui keluarga atau tradisi.


Bilangan Fu memberi tawaran cara beragama yang baru, yakni dengan laku kritis. Tapi kritis yang tidak membabi buta. Ia juga sama sekali tidak anti, apalagi membenci. Kritis terhadap ajaran-ajaran agama, mampu melihat nilai-nilai luhur pada agama asli dan kritis pada agama sendiri agar tak terperosok pada kesombongan dan monopoli kebenaran.


Laku kritis memberi kesadaran agar tak hanya memandang ke langit dan hidup demi surga. Karena manusia hari ini -dan kelak anak keturunannya- masih tinggal di bumi yang sama. Salah satu keutamaan nilai-nilai keyakinan lokal adalah memelihara alam lingkungan, demi kelangsungan hidup bumi dan anak-anak generasi nanti. Agama-agama nenek moyang meyakini bahwa ada penunggu dalam pepohonan, ada penjaga gaib di gunung-gunung, ada penguasa di dasar samudera. Hal ini perlu dilihat secara kritis, bahwa ada nilai kebijaksanaan agar berhati-hati mengolah alam dan senantiasa menjaga kelestarian dan keseimbangan.


Dosen Universitas Paramadina Jakarta, Luthfi Assyaukanie mengatakan, ide Ayu Utami sederhana, yakni animisme itu lebih ramah, menganggap alam sebagai subjek yang dipuja sehingga tidak pernah dirusak. “Sebaliknya, ketika kita menganut monoteisme, alam adalah objek yang dieksploitasi demi kemaslahatan hidup orang banyak. Monoteisme mengajarkan pada kita agar memperbaiki akhirat, namun merusak dunia,” ujarnya dalam peluncuran Bilangan Fu satu dasawarsa lalu.


Pencarian Bilangan Fu tak pernah berhenti atau berlalu begitu saja. Ayu Utami terus mencari dengan Simple Miracles (2014), Banal Aesthetics & Critical Spiritualism (bersama Erik Prasetya) (2015), dan Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis (2015 & 2017).


Pencarian dengan laku kritis menuntut kesabaran memanggul kebenaran, agar tak jatuh menjadi ego yang mengalahkan kebaikan. Kritis untuk tidak menganggap kepercayaan orang lain hanya sekadar dongeng dan kemusyrikan penyembah berhala. Dan sadar bahwa iman diri sendiri juga bisa menjadi takhayul bagi orang lain. Karena kebenaran sejati masih menjadi misteri di kala depan, bukan kala sekarang. Kebenaran tak perlu dipaksakan. Ia boleh tertunda esok hari nanti, asalkan kebaikan memenuhi hari ini.


Bilangan Fu, bilangan metaforis, bukan matematis. Spiritual memang bukan rasional. Bilangan Fu merupakan sebuah pencarian yang tak kunjung berujung, bagai mendaki seribu gunung.

5 Okt 2018

Hydrogin Atom: Air Ajaib Lawan Aneka Penyakit

(abcnews.com)
SUDAH tahun lebih, Daud Simson Kaunang mengkonsumsi obat-obatan untuk meringankan sakit yang ia derita. Daud memang sudah lama mengidap kolesterol tinggi, gula darah juga tingi, pun asam urat setali tiga uang. Tapi nyatanya, obat-obatan itu hanya memberi efek sesaat saja. Sehari sembuh, esoknya kambuh lagi.


Suatu hari, Daud berkenalan dengan alat bernama Hydrogin Atom. Awalnya, ia hanya iseng mengkonsumsi air hidrogen yang dihasilkan alat tersebut. Setelah satu bulan minum air hidrogen, Daud mulai merasakan efeknya. Ia pun menghentikan mengkonsumsi obat. Lambat laun, Daud merasa badannya lebih sehat. Setelah dicek, gula darah dan kolesterolnya berada di posisi normal. Daud pun girang bukan kepalang.


Segendang sepenarian dengan Daud, Lusi pun mengalami hal serupa. Asam urat dan kolesterolnya tinggi. Dia juga kerap mengkonsumsi obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat dan kolesterol. Sama seperti Daud, satu setengah bulan lalu, Lusi mulai rutin terapi dengan air hidrogen yang dihasilkan Hydrogin Atom. Hasilnya menggembirakan. Lusi sudah jarang mengeluh sakit. Ia juga menghentikan mengkonsumsi obat-obatan. Kini, Lusi bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa mengeluh rasa sakit lagi.


Berbeda dengan Daud dan Lusi. Ada seorang ibu yang pernah mengalami tujuh kali keguguran kandungan. Ia juga pernah mengalami kecelakaan. Akibatnya, sang ibu menderita vertigo dan periode menstruasinya tidak stabil. Tapi, satu bulan terakhir ini, ibu itu rutin mengkonsumsi air hidrogen yang diproses dengan Hydrogin Atom. Alhasil, pelan-pelan vertigonya hilang dan periode menstruasinya pun mulai normal kembali.


Sementara, ada pula seorang ibu yang memiliki suami dengan penyakit batu ginjal. Dokter sudah menyarankan agar sang suami dioperasi saja. Tapi, lantaran terbentur biaya operasi yang cukup mahal, suami ibu itu memutuskan untuk mengkonsumsi obat dari dokter saja. Tapi, obat itu hanya menghilang rasa sakit saja, tanpa bisa menyembuhkan penyakitnya.


Suatu hari, ibu itu berkenalan dengan alat bernama Hydrogin Atom yang dengan cepat dan praktis menghasilkan air hidrogen. “Suami saya rutin minum air hidrogen itu pagi dan sore,” ujar si ibu itu. Setelah tiga minggu, “keajaiban” terjadi. Pelan-pelan, batu ginjal itu hancur dan keluar bersama dengan air kencing. “Suami saya sembuh tanpa operasi,” ujar ibu itu penuh sukaria.


(globalwomen.com)




Kisah-kisah ini hanya sekelumit dari ratusan, bahkan ribuan kisah manfaat air hidrogen. Itulah mengapa banyak orang berbondong-bondong ke mata air Nordenau di Jerman, Tlacote di Meksiko, dan Lourdes di Perancis. Air yang dihasilkan di ketiga tempat itu, setelah melalui penelitian ilmiah, nyatanya memiliki kandungan hidrogen yang amat tinggi.


Berbeda dengan air mineral biasa, air hidrogen mengandung antioksidan, suatu senyawa yang berperan melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Hampir sembilan puluh persen penyakit berhubungan dengan radikal bebas.


Molekular hidrogen juga memiliki zat aktif yang bisa meningkatkan kadar antioksidan yang baik bagi tubuh. Molekular hidrogen banyak mengandung antioksidan tanpa mengubah pH air. “Saat kita mengonsumsi air ini, molekular hidrogen dalam tubuh mampu mereduksi stres dan tekanan dalam tubuh,” ujar Tyler LeBaron, B.S., Founder dan Excecutive Director of Molecular Hydrogen Foundation saat peluncuran produk Hydrogin Atom di hotel mewah di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, tahun lalu.


(https://gininternational.com/id/)
Menurut penelitian, lanjut Tyler LeBaron, air hidrogen juga mampu mencegah terjadinya peradangan dalam tubuh. Bila peradangan ditekan, maka tubuh akan cenderung lebih segar dan tidur pun lebih nyenyak. Molekular hidrogen, kata Tyler LeBaron, juga bisa melindungi kesehatan jantung dengan menurunkan angka kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik.


Peneliti yang telah mengkaji efek kesehatan dari air hidrogen sejak awal 2009 ini mengatakan bahwa air hidrogen mampu membantu proses penyembuhan lebih dari 170 penyakit. Bahkan penelitian terbaru mengatakan, air hidrogen mampu menangkal lebih dari 200 jenis penyakit. Selain yang telah disebut di atas, manfaat air hidrogen juga segudang, seperti mengurangi kelelahan otot, membantu menurunkan berat badan, mencegah kanker, meningkatkan kesehatan kulit, menangkal alergi, menjaga kesehatan organ-organ tubuh, alam yang lain.


Nah, kini kita tak perlu jauh pergi ke Jerman, Meksiko, atau Perancis agar bisa mendapatkan air hidrogen. Melalui Hydrogin Atom, kita bisa mengkonsumsi “air ajaib” ini setiap waktu. Alat ini berbentuk menyerupai botol yang bisa mengubah air mineral biasa menjadi air yang kaya dengan molekul hidrogen aktif. Prosesnya tak perlu menunggu lama. Hanya lima menit saja, kita sudah bisa mengkonsumsi kesegaran air hidrogen. Dengan alat ini, kita tak perlu lagi membeli terus-menerus air hidrogen kemasan.


“Air hidrogen ini aman dikonsumsi setiap hari seperti air mineral biasa,” tegas Tyler LeBaron.
Hydrogin Atom ini amat ringan, hanya 274 gram, sehingga praktis dibawa ke mana-mana. Alat ini sangat layak menjadi teman traveling ataupun saat beraktivitas sehari-hari. Yuk, budayakan hidup sehat dengan mengkonsumsi air hidrogen!

30 Sep 2018

Yang Tipis, Ringan, dan Mumpuni Dambaan Jurnalis

(foto:y.prayogo)
“Selama di Kalimantan, kamu tetap harus mengirimkan naskah ya!” ujar sang redaktur.


“Siap, Bos!” jawabku spontan.


Ujaran redakturku itu bukanlah hal yang asing di telingaku. Hampir setiap bulan, aku mesti keluar kota, menunaikan tugas sebagai seorang jurnalis. Sebagian Pulau Jawa sudah pernah aku sambangi. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, sudah aku jelajahi. Tinggal Papua yang belum aku rambah.


Sebagai jurnalis, waktu kerjaku lebih banyak dihabiskan di luar kantor. Kubikel di kantor pun lebih sering kosong. Aku biasa mengerjakan naskah di mana pun dan kapan pun.


Untunglah, selama ini aku dibekali dengan laptop yang lumayan tangguh. Meskipun sekarang jamannya smartphone, tapi bagi jurnalis, peran laptop belum tergantikan. Laptop masih menjadi perangkat penting di medan karya seorang jurnalis.


Laptop yang selama ini menemaniku sudah berusia uzur. Aku telah menggunakannya sejak sembilan tahun silam. Mungkin nilai ekonomisnya sudah nol. Tapi, ia memang sangat tangguh, mampu menemaniku dalam kondisi apapun. Ia juga mampu diajak kerja super cepat.


Nah, lantaran sudah uzur dan akhir-akhir ini, kinerjanya agak lemot, aku berniat ganti laptop. Memilih laptop tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Aku mesti membuat aneka pertimbangan untuk menjatuhkan kepada satu pilihan. Maka, aku pun mengulik sana-sini, mencari tahu aneka laptop yang sekarang beredar di pasaran, dan tentu disesuaikan dengan budget yang ada di kantong. Tapi, aku juga telah menetapkan pilihan, laptop yang aku cari, mesti tipis, ringan, dan mumpuni.


Dia harus ramping alias tipis, agar lebih ringkas; bisa masuk ke dalam backpack. Intinya, dia tidak terlalu makan tempat di tas, sehingga mudah dibawa ke mana-mana.


Dia juga harus ringan. Mengapa? Kalau terlalu berat, pundak bisa pegel-pegel, Bos! Karena aku kerap bepergian, maka aku mesti memilih laptop yang ringan, jika perlu yang super ringan.


Lalu, dia juga harus mumpuni atau powerful. Sebagai jurnalis, aku memerlukan perangkat yang tangguh dibawa ke segala medan, yang mampu diajak bekerja keras dan tentu cepat.
Setelah mencari-cari sana-sini, bertanya ke banyak orang termasuk ke rumput yang bergoyang, sepertinya aku mesti menjatuhkan pilihan ke ZenBook 13 UX331UAL yang baru dirilis ASUS awal tahun ini.
(channel.asus.com)


Tipis Tapi Kuat
ZenBook 13 UX331UAL merupakan varian lain dari versi UX331UN. Katanya, ini perangkat yang paling menggambarkan inti dari ZenBook, yakni laptop 13,3 inci yang paling ringan. Anggota baru ZenBook ini memiliki ketebalan yang sama seperti saudaranya, ZenBook UX331UN, yakni hanya 13,9 milimeter. Namun soal bobot, ZenBook 13 UX331UAL lebih unggul. Bobotnya tak sampai satu kilogram, tepatnya hanya 985 gram.


Cucok! Tak makan tempat di dalam tas, dan yang penting juga, pundak nggak pegel-pegel.
Meskipun tipis dan enteng, ZenBook 13 UX331UAL telah memenuhi standar military-grade MIL-STD 810G. Ia juga lolos uji daya tahan, sehingga bisa digunakan dalam berbagai kondisi.


ASUS juga memberikan sentuhan modern pada ZenBook 13 UX331UAL, di mana pengguna cukup menghadapkan wajah ke layar atau dengan sentuhan jari di sensor fingerprint, maka dia bisa langsung bekerja. Kecanggihan ini tentu amat mendukung kerja-kerja jurnalistik di medan karya yang membutuhkan kecepatan.
(channel.asus.com)
Ringan Tapi Tangguh
ZenBook 13 UX331UAL didesain agar menjadi yang paling portabel. Maka, bobot pun menjadi prioriatas. Material magnesium aluminium alloy memberikan ZenBook 13 UX331UAL menjadi yang paling ringan dalam keluarga ZenBook.


Meskipun ringan, ASUS tak berkompromi terkait performa. Maka, ZenBook 13 UX331UAL diperkuat dengan prosesor tercepat Intel Core i generasi kedelapan. Prosesor tercepat itu dipadupadankan dengan RAM tercepat pula, DDR4 2133MHz, serta teknologi penyimpanan berkecepatan tinggi dan handal berbasis M.2 SSD.


Dan bagi seorang jurnalis, satu hal yang paling penting adalah kemampuan Wi-Fi. Tahu kebutuhan ini, ASUS mempersenjatai ZenBook 13 UX331UAL dengan fitur Wi-Fi Master. Dengan Wi-Fi Master, para pengguna ZenBook 13 UX331UAL bisa menikmati streaming video FullHD YouTube yang lebih lancar pada jarak 300 meter atau lebih. Jarak ini sekitar 65 meter lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya.



(channel.asus.com)
Berpadu dengan teknologi dual-band 802.11ac, Wi-Fi Master juga menawarkan kecepatan hingga 867Mbps atau sekitar enam kali lebih cepat dibanding single-stream 802.11n. Hal ini tentu amat mendukung para pengguna yang kerap bekerja di luar kantor, seperti saya, seorang jurnalis. Daya tahan baterai ZenBook 13 UX331UAL juga amat handal dan mumpuni. Dari berbagai hasil pengujian, saat ZenBook 13 UX331UAL digunakan secara multitasking non stop, baterai pada ZenBook 13 UX331UAL sanggup memasok daya hingga 4 jam 43 menit. Bahkan, ASUS mengklaim baterai ZenBook 13 UX331UAL sanggup bertahan hingga 15 jam.


Setelah melihat, menerawang, dan meraba ZenBook 13 UX331UAL, tunggu apalagi! Laptop generasi terbaru dari ZenBook besutan ASUS ini memang layak untuk pengguna yang sering "kelayapan" keluar kantor.

14 Nov 2017

Sewa Menyewa Hunian Jangkung

(dok.jendela360)
TOK... tok... tok.... Bunyi pintu diketuk. Si tuan rumah yang sedang berada di dapur tergopoh-gopoh membukakan pintu rumah. “Selamat siang, Bu, maaf mengganggu,” sapa sang tamu ramah. Si tuan rumah tak mau kalah. Ia pun langsung mempersilakan sang tamu duduk di kursi yang empuk.

Sejurus kemudian, sang tamu langsung ngerocos menjelas maksud kedatangannya. Ternyata sang tamu seorang sales. Ia mengurai semua produk yang ditawarkan, memaparkan segala fasilitas beserta aneka kemudahannya, serta membeberkan cara pembayaran yang meringankan konsumen. Semua itu ia katakan hingga berbusa-busa.

Tahukah Anda, apa yang ditawarkan sang tamu sales itu? Apartemen!!!

Hah... Apartemen!?? Bagaimana mungkin apartemen ditawarkan seperti ember anti pecah yang diider di kampung-kampung, bagaikan tahu bulat yang diecer dipinggir jalan, atau seperti roti basah yang dijual keluar masuk gang sempit?

Tapi inilah kenyataan pada zaman now. Apartemen tak lagi dianggap “barang” mewah. Ia telah menjelma menjadi kebutuhan pokok masyarakat urban, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Sehingga harus ditawarkan masyarakat dari berbagai lapisan.

(photobucket.com)
Terus Meroket
Ketersediaan lahan untuk rumah tinggal yang kian langka di daerah perkotaan, memang membuat masyarakat melirik hunian vertikal macam apartemen atau kondominium. Banyak orang yang memilih apartemen untuk mendapatkan akses yang lebih baik. Rumah tapak yang makin menjauh dari tempat bekerja serta kemacetan lalu lintas yang makin merajalela, membuat masyarakat memilih tinggal di apartemen.
(pusatdata.kontan.co.id)

Sementara, sebagian masyarakat yang lain, tentu yang memiliki kocek sedikit lebih tebal, melihat apartemen sebagai peluang investasi yang menggiurkan. Harga jual apartemen yang terus menanjak, membuat pembeli investor bisa menyewakan unitnya.

Menurut data pusatdata.kontan.co.id, dalam sepuluh tahun terakhir, setiap tahun para pengembang menaikkan harga apartemen rata-rata 18%. Dan melihat tren permintaan serta daya beli masyarakat masih besar, harga hunian jangkung mustahil akan anjlok. Bahkan diperkirakan harga akan kian meroket jika kelak infrastruktur, terutama transportasi di Jakarta menjadi lebih baik.
(pusatdata.kontan.co.id)
Para konsumen dan investor apartemen jangan khawatir. Pasokan unit apartemen di Jakarta dan sekitarnya akan terus bertambah. Pada tahun ini, sebanyak 28 ribu siap pasarkan. Angka ini meningkat sekitar 45% dari tahun sebelumnya. Sementara tahun depan, pasokan unit apartemen diperkirakan akan terus meningkat. Kenaikan ini tak hanya di kawasan pusat bisnis di Jakarta, tetapi juga mulai merambah ke wilayah-wilayah satelit Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok.

(pusatdata.kontan.co.id)

Apa sih keuntungan dan kerugian tinggal di apartemen?

Keuntungan
  • Keuntungan yang paling kasat mata adalah lokasi yang strategis. Biasanya konsumen akan memilih apartemen yang dekat dengan tempat beraktivitas sehari-hari; dekat dengan kantor dan terhindar dari kemacetan.
  • Fasilitas yang diberikan pengembang, seperti pusat perbelanjaan, kebugaran, taman, keamanan yang terjamin, serta yang lain. Ini tentu akan memanjakan setiap penghuni apartemen, lantaran tak perlu berkeringat untuk mendapatkan segala fasilitas tersebut.
  • Hal lainnya, para penghuni apartemen juga tak direpotkan dengan macam-macam pemeliharaan. Penghuni tinggal membayar sejumlah uang tiap bulan, dan pengelola akan membereskan semuanya.
(gambar-rumah.com)
Kerugian
Kerugian-kerugian ini tentu bisa dipandang sebagai sebuah konsekuensi logis atas pilihan tinggal di apartemen.
  • Maintenance fee atau biaya pemeliharaan tiap bulan mesti dibayar dong! Ya pasti lah! Kan tidak ada kerja yang gratisan.
  • Sosialisasi antarpenghuni juga amat kurang.
  • Tetangga di apartemen tidak hanya di kanan dan kiri, tetapi juga di depan dan belakang, atas dan bawah. Maka, setiap penghuni mesti menjaga ketertiban alias tak membikin gaduh. Tak ada lagi cerita menyetel musik dengan volume keras-keras. Pun tak ada lagi kisah memasak ikan asin, lantaran baunya pasti akan menyebar dan menyengat hidung tetangga kanan kiri, depan belakang, serta atas bawah.
(www.nreionline.com)
Nah, terlepas dari plus dan minus itu, apartemen tetap menjadi pilihan yang menarik. Jika kocek tebal bisa langsung membeli unit apartemen sesuai selera. Namun, kalau kantong masih cekak, sewa apartemen menjadi pilihan alternatif. Sewa-menyewa apartemen bukanlah hal yang baru. Mari perhatikan beberapa hal berikut jika Anda memilih untuk menyewa apartemen:
  • Cek ketebalan kantong Anda. Pertama-tama, Anda harus merogoh kantong Anda, seberapa banyak budget yang Anda tentukan untuk menyewa sebuah unit apartemen. Setelah itu, cari apartemen yang harga sewanya sesuai dengan budget Anda. Kedalaman dan ketebalan kantong Anda ini bukan semata untuk membayar sewa bulanan atau tahunan, tetapi juga aneka biaya yang menyertai ketika Anda tinggal di apartemen. Oleh karena itu, amat penting membuat perencanaan anggaran, apalagi jika ini merupakan pengalaman pertama Anda tinggal di apartemen.
  • Buat skala prioritas. Mengapa Anda memilih tinggal di apartemen? Kira-kira ini pertanyaan yang harus diajukan kepada diri sendiri sebelum memilih tinggal di apartemen. Misal jawabannya, karena dekat dengan kantor, atau karena dekat dengan sekolah anak-anak, atau karena fasilitasnya lengkap sekali, dan alasan-alasan yang lain. Dari jawaban-jawaban itu, Anda bisa menyusun skala prioritas, sehingga memudahkan ketika mencari unit apartemen yang diinginkan.
  • Cek dengan teliti unit apartemen. Jangan mudah tergiur bujuk rayu para sales apartemen. Maka, Anda harus datangi langsung unit yang akan Anda sewa. Cek dengan teliti mulai dari lingkungan luar sampai ke sudut-sudut ruangan. Ukuran ruangan, aliran air, sanitasi, listrik, serta yang lain, harus benar-benar Anda cek dengan seksama.
  • Jangan lupa, buatlah perjanjian sewa. Biasanya hal ini dilupakan atau dianggap sepele. Padahal ini amat penting, karena di surat ini dimuat hak dan kewajiban dari masing-masing pihak. Misal mencantum jumlah uang sewa, periode sewa, biaya-biaya, pihak mana yang bertanggung jawab jika ada kerusakan, dan yang lain. Sebaiknya surat perjanjian ini dibubuhi meterai, agar memiliki kekuatan hukum.
  • Pakai jasa agen sewa apartemen. Kalau Anda tak mau repot, pakailah jasa agen sewa apartemen.
(jendela360.com)
Agen sewa-menyewa apartemen yang sedang kekinian adalah Jendela360. Tak perlu susah, Anda bisa langsung berkunjung ke www.jendela360.com. Meski pemain baru dalam dunia sewa-menyewa apartemen, tetapi Jendela360 lumayan bisa diandalkan.

Tidak seperti agen penyewaan atau marketplace apartemen yang lain, Jendela360 memanfaatkan kamera 360 dan headset virtual reality untuk menyampaikan penawaran. Jadi, calon penyewa apartemen bisa melakukan virtual tour; melihat kondisi secara detil apartemen yang hendak disewa melalui foto 360 derajat.
(jendela360.com)
Selain itu, konsumen juga mendapat informasi lengkap, seperti biaya bulanan yang mesti dikeluarkan, kelengkapan unit, serta yang lain. Layanan ini juga memungkinkan calon penyewa membuat jadwal kunjungan ke unit apartemen yang diidam-idamkan.

(jendela360.com)
Namun untuk saat ini, Jendela360 baru bisa melayani market di wilayah Jakarta saja. Jadi, bagi Anda yang ingin sewa apartemen di Jakarta langsung saja klik di www.jendela360.com. Anda bisa sewa apartemen di Jakarta Selatan; sewa apartemen di Jakarta Barat; atau sewa apartemen di Jakarta Pusat. Silakan dipilih, kawasan mana yang dirasa cocok dengan aktivitas Anda. Sebagai pilihan, Anda bisa sewa apartemen di Kemang Village, atau sewa apartemen di Thamrin Residence, atau sewa apartemen di Tamansari Semanggi, atau sewa apartemen Bellagio, atau sewa apartemen L’avenue, dan apartemen yang lain. Ada lebih dari 1300 unit apartemen yang tersedia dalam layanan Jendela360. Untuk memudahkan Anda menemukan lokasi apartemen yang diinginkan, Jendela360 menyediakan tampilan atraktif dengan peta.

(jendela360.com)
Untuk pembayaran, Anda jangan khawatir, lantaran Jendela360 telah bekerjasama dengan delapan bank swasta dan memungkinkan pembayaran secara kredit. Jendela360 akan menarik komisi sebesar lima persen dari pemilik apartemen, untuk setiap transaksi melalui Jendela360.

Nah, bagi Anda yang telah memiliki unit apartemen dan berniat untuk menyewakannya juga jangan lupa dengan Jendela360. Situs ini bisa dengan membantu Anda untuk menemukan calon penyewa. Untuk bisa menikmati layanan Jendela360, Anda mesti regestrasi terlebih dahulu. Tim dari Jendela360 akan mendata serta menjadwalkan kunjungan ke unit apartemen yang hendak disewakan untuk dipotret. Proses pemotretan ini dilakukan secara gratis. Setelah itu, unit apartemen yang akan disewakan akan dimasukkan ke website Jendela360.

(www.theflyer.com)
Tapi, sebelum itu sebaiknya Anda perhatikan beberapa tips berikut:
  • Anda harus merapikan apartemen. Semua orang pasti ingin tempat tinggal yang tertata rapi dan bersih sehingga nyaman. Maka untuk itu, sebelum apartemen disewakan sebaiknya dirapikan dan dibersihkan terlebih dahulu. Bila perlu dicat ulang. Dan jangan lupa, pastikan bahwa tidak ada kerusakan sekecil apapun.
  • Patok harga sewa. Pada umumnya harga sewa apartemen antara lima hingga sepuluh persen dari harga beli. Memang harga sewa apartemen juga dipengaruhi oleh lokasi dan fasilitas. Agar mempermudah Anda menentukan tarif sewa, cobalah survei harga sewa apartemen di sekitarnya dan buatlah harga yang bersaing.
  • Memasang iklan. Ini salah satu cara yang efektif untuk memasarkan apartemen Anda. Memasang iklan sewa apartemen bisa dilakukan secara offline maupun online. Tapi, untuk zaman now, cara-cara online dinilai paling efektif. Bahkan ada website-website pemasok iklan yang tak berbayar alias gratis.
So, tunggu apalagi, segera cari unit apartemen yang Anda mimpikan! Atau jika Anda memiliki unit apartemen yang kosong, sewakan saja untuk menambah pundi-pundi uang saku Anda.

22 Nov 2016

Happy Travelling!


Traveling atau jalan-jalan atau pesiar, saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Apalagi Indonesia dengan kemolekan alam dan budayanya adalah surga bagi para traveler. Di setiap daerah, para traveler dengan mudah menemukan beraneka ragam keunikan dan keragaman, mulai budaya, bahasa, rumah, hingga makanan. Mulai dari Aceh dengan Pulau Weh, Pantai Lampuuk, Pantai Lhoknga, Pulau Rubiah, Pantai Ulee Lheue, dan juga budaya, seperti Tari Saman, dan tentu saja kuliner khasnya yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Derawan, Wakatobi, Raja Ampat, Ubud, Karimun Jawa, itu hanya sebagian dari destinasi yang ingin dikunjungi para traveler. Bisa jadi, untuk mengunjungi dan mengenal Indonesia secara utuh tak cukup usia kita.

Nah, kenapa sih travelling amat penting?

Saya hobi travelling sejak masih remaja. Alam bebas menjadikan saya jatuh cinta dengan dunia travelling. Setelah berjalan ke sana kemari, ternyata travelling turut membentuk karakter pribadi saya. Ini beberapa alasan saya menjadi penyuka travelling.

Pertama, saya merasa menjadi sangat Indonesia. Dengan berjalan atau travelling ke beberapa daerah yang dulu mungkin tak pernah terbayangkan, saya jadi mengenal Indonesia dengan lebih dekat. Padahal saya lahir dan besar di Indonesia lho.... Seperti yang saya tulis sebelumnya, untuk mengunjungi seluruh kepulauan di Indonesia, mungkin usia kita tak cukup. Ada ribuan pulau yang menyimpan beragam budaya yang menjadi kekayaan luar bisa negeri ini.

Kedua, ternyata travelling juga membuat saya sehat. Ya tentulah, travelling sangat menempa fisik. Mengekplorasi keindahan Nusantara, tentu tak nyaman jika raga kita tidak dalam kondisi sehat walafiat. Maka, persiapan fisik juga menjadi amat penting, di samping persiapan finansial tentu. Tapi dengan travelling, ternyata juga membuat kondisi kocek kita sehat lho..., lantaran kita dipaksa untuk menabung agar bisa terus-terusan travelling...

Ketiga, selain membuat sehat dan bugar, travelling juga meluaskan jejaring perteman kita. Saban travelling, kita pasti bertemu dengan orang-orang baru dengan budaya dan latar belakang yang beraneka macam. Selain menambah perbendaharaan perkoncoan, hal ini juga melebarkan wawasan kita terhadap aneka perbedaan yang merupakan anugerah bangsa ini.

Keempat, ini rahasia... tapi mesti saya bagikan ya... Ternyata travelling juga bisa mendatang penghasilan. Paling tidak itu yang pernah saya rasakan. Dengan menulis dan memotret keanekaragaman dan keindahan Indonesia, kita bisa mendapatkan fulus dari situ.

Maka, jika mau travelling jangan lupa beberapa barang ini ya:

Laptop menjadi perlengkapan penting jika ingin terus meng-update dan membuat catatan-catatan atas perjalanan yang kita lakukan. Untuk kepentingan travelling, bawalah laptop tipis dan ringan. Ukuran laptop pun sebaiknya tak usah terlalu besar, usahakan tidak lebih dari layar 13 inci dan bobot satu kilogram. Agar tak repot dan berat di jalan, Kawan!

Jika selama travelling, kita tetap ingin terhubung dengan dunia luar, maka bawalah tablet dengan ukuran yang kecil dan ringan. Tablet juga sebaiknya punya daya tahan baterai lebih lama dibandingkan laptop. Jangan lupa bawa pula perlengkapan untuk menghubungkan dengan internet, jika ada yang internet ultra cepat ya....

Smartphone sudah pasti menjadi barang wajib dalam travelling. Nah untuk barang yang satu ini, jangan lupa dengan beberapa aplikasi wajib seperti Google Maps, Google Translate, serta yang lain.

So, sudah siap travelling? Mari kita travelling untuk semakin mengindonesia; mengenal dan makin mencintai negeri ini.... Happy travelling!

Penulis perjalanan berkelana ke tempat-tempat yang jarang terjamah, melukis nuansa lewat tulisan. (Agustinus Wibowo: Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah)

24 Okt 2015

Melacak Tenun Dayak

Penenun kain khas Dayak di Sentra Kerajinan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Photo: y.prayogo
DUA perempuan duduk melantai. Kakinya selonjoran di lantai kayu itu. Sekali-sekali kedua tangannya dihentak-hentakkan ke arah pinggang. Utas-utas benang warna-warni perlahan membentuk kain. Ya, dua perempuan itu sedang menenun kain ikat dengan motif khas suku Dayak.

Siang baru saja beranjak dari pagi. Matahari semakin terik. Sentra Kerajinan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang berbentuk Rumah Betang atau rumah panjang, nampak sepi. Rumah Betang ini terletak di bagian utara Putussibau, ibukota Kapuas Hulu. Perlu 24 jam untuk mencapai tempat ini dengan perjalanan darat dari Pontianak, ibukota Kalimantan Barat. 

Di Rumah Betang ini terlihat beberapa perempuan yang sedang tekun menenun. Mereka merajut benang-benang aneka warna menjadi selembar kain. Beberapa pria sedang memahat kayu membentuk patung. Showroom kerajinan yang menempati satu ruangan, juga terlihat sepi. Kain tenun khas Dayak mendominasi showroom ini.

Penenun kain khas Dayak di Sentra Kerajinan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Photo: y.prayogo
Pembuatan kain tenun khas Dayak masih mempertahankan warisan leluhur. Mulai dari pemintalan benang, pewarnaan, sampai proses menenun, masih menggunakan cara-cara tradisional. Terdapat empat macam warna utama dalam kain ikat khas Dayak, yaitu merah, hitam, kuning, dan putih. Pewarna benang memanfaatkan alam sekitar. Warna merah didapat dari daun mengkudu atau kulit kayu salam. Warna hitam diperoleh dari daun renggat. Sementara warna kuning berasal dari kunyit dan temulawak.

Seperti kain tenun di daerah lain, perlu waktu yang panjang untuk menenun satu lembar kain. Satu bulan, waktu yang cukup untuk menghasilkan satu lembar kain tenun khas Dayak.

Mari melanjutkan perjalanan semakin dalam, melacak para penenun kain khas Dayak!

Kain tenun Dayak.
photo: y.prayogo
Kali ini perjalanan diarahkan menuju Rumah Betang Bali Gundi. Siang itu, di rumah panjang ini juga ditemui beberapa perempuan sedang menenun. Pada masa lalu, menenun adalah syarat bagi perempuan Dayak yang telah mencapai akil balik. Menenun menjadi penanda kedewasaan seorang perempuan. Nilai-nilai di balik kain tenun Dayak itu kian lama kian pudar. Kini, tidak semua kaum hawa di tempat ini piawai menenun. Di Betang Bali Gundi, rata-rata penenun telah berusia lanjut.

Situasi serupa terlihat ketika menginjakkan kaki di Rumah Betang Sungai Uluk Palin. Perempuan-perempuan tua nampak selonjoran menenun utas-utas benang. Sayang, beberapa waktu lalu, rumah panggung setinggi delapan meter dengan panjang 500 meter telah terbakar habis. Tentu, kekayaan kain tenun di tempat ini turut musnah dilahap si jago merah.

Kain-kain tenun Dayak di Rumah Betang Sungai Utik.
photo: y.prayogo
Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Betang Sungai Utik. Ketika memasuki rumah panjang ini lembaran-lembaran kain tenun motif khas Dayak tersampir di sudut-sudut Rumah Betang. Kain-kain ini langsung menyergap mata. Tapi situasi serupa pun terlihat. Di sini, para penenun telah berusia lanjut. Perempuan-perempuan muda tak lagi pandai menenun.

Penari mengenakan kain tenun khas Dayak.
Photo: y.prayogo
Utas-utas benang aneka warna akan terus ditenun di rumah-rumah betang. Kain-kain ini tidak lagi menjadi penanda kedewasaan seorang perempuan. Ia akan menjadi penanda peradaban para penenunnya. Meski para penenun kian menua, tapi warisan kain tenun khas Dayak akan terus hidup. Kain tenun Dayak akan tetap hidup panjang, sepanjang rumah-rumah betang, tempat tinggal mereka.