5 Okt 2018

Hydrogin Atom: Air Ajaib Lawan Aneka Penyakit

(abcnews.com)
SUDAH tahun lebih, Daud Simson Kaunang mengkonsumsi obat-obatan untuk meringankan sakit yang ia derita. Daud memang sudah lama mengidap kolesterol tinggi, gula darah juga tingi, pun asam urat setali tiga uang. Tapi nyatanya, obat-obatan itu hanya memberi efek sesaat saja. Sehari sembuh, esoknya kambuh lagi.


Suatu hari, Daud berkenalan dengan alat bernama Hydrogin Atom. Awalnya, ia hanya iseng mengkonsumsi air hidrogen yang dihasilkan alat tersebut. Setelah satu bulan minum air hidrogen, Daud mulai merasakan efeknya. Ia pun menghentikan mengkonsumsi obat. Lambat laun, Daud merasa badannya lebih sehat. Setelah dicek, gula darah dan kolesterolnya berada di posisi normal. Daud pun girang bukan kepalang.


Segendang sepenarian dengan Daud, Lusi pun mengalami hal serupa. Asam urat dan kolesterolnya tinggi. Dia juga kerap mengkonsumsi obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat dan kolesterol. Sama seperti Daud, satu setengah bulan lalu, Lusi mulai rutin terapi dengan air hidrogen yang dihasilkan Hydrogin Atom. Hasilnya menggembirakan. Lusi sudah jarang mengeluh sakit. Ia juga menghentikan mengkonsumsi obat-obatan. Kini, Lusi bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa mengeluh rasa sakit lagi.


Berbeda dengan Daud dan Lusi. Ada seorang ibu yang pernah mengalami tujuh kali keguguran kandungan. Ia juga pernah mengalami kecelakaan. Akibatnya, sang ibu menderita vertigo dan periode menstruasinya tidak stabil. Tapi, satu bulan terakhir ini, ibu itu rutin mengkonsumsi air hidrogen yang diproses dengan Hydrogin Atom. Alhasil, pelan-pelan vertigonya hilang dan periode menstruasinya pun mulai normal kembali.


Sementara, ada pula seorang ibu yang memiliki suami dengan penyakit batu ginjal. Dokter sudah menyarankan agar sang suami dioperasi saja. Tapi, lantaran terbentur biaya operasi yang cukup mahal, suami ibu itu memutuskan untuk mengkonsumsi obat dari dokter saja. Tapi, obat itu hanya menghilang rasa sakit saja, tanpa bisa menyembuhkan penyakitnya.


Suatu hari, ibu itu berkenalan dengan alat bernama Hydrogin Atom yang dengan cepat dan praktis menghasilkan air hidrogen. “Suami saya rutin minum air hidrogen itu pagi dan sore,” ujar si ibu itu. Setelah tiga minggu, “keajaiban” terjadi. Pelan-pelan, batu ginjal itu hancur dan keluar bersama dengan air kencing. “Suami saya sembuh tanpa operasi,” ujar ibu itu penuh sukaria.


(globalwomen.com)




Kisah-kisah ini hanya sekelumit dari ratusan, bahkan ribuan kisah manfaat air hidrogen. Itulah mengapa banyak orang berbondong-bondong ke mata air Nordenau di Jerman, Tlacote di Meksiko, dan Lourdes di Perancis. Air yang dihasilkan di ketiga tempat itu, setelah melalui penelitian ilmiah, nyatanya memiliki kandungan hidrogen yang amat tinggi.


Berbeda dengan air mineral biasa, air hidrogen mengandung antioksidan, suatu senyawa yang berperan melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Hampir sembilan puluh persen penyakit berhubungan dengan radikal bebas.


Molekular hidrogen juga memiliki zat aktif yang bisa meningkatkan kadar antioksidan yang baik bagi tubuh. Molekular hidrogen banyak mengandung antioksidan tanpa mengubah pH air. “Saat kita mengonsumsi air ini, molekular hidrogen dalam tubuh mampu mereduksi stres dan tekanan dalam tubuh,” ujar Tyler LeBaron, B.S., Founder dan Excecutive Director of Molecular Hydrogen Foundation saat peluncuran produk Hydrogin Atom di hotel mewah di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, tahun lalu.


(https://gininternational.com/id/)
Menurut penelitian, lanjut Tyler LeBaron, air hidrogen juga mampu mencegah terjadinya peradangan dalam tubuh. Bila peradangan ditekan, maka tubuh akan cenderung lebih segar dan tidur pun lebih nyenyak. Molekular hidrogen, kata Tyler LeBaron, juga bisa melindungi kesehatan jantung dengan menurunkan angka kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik.


Peneliti yang telah mengkaji efek kesehatan dari air hidrogen sejak awal 2009 ini mengatakan bahwa air hidrogen mampu membantu proses penyembuhan lebih dari 170 penyakit. Bahkan penelitian terbaru mengatakan, air hidrogen mampu menangkal lebih dari 200 jenis penyakit. Selain yang telah disebut di atas, manfaat air hidrogen juga segudang, seperti mengurangi kelelahan otot, membantu menurunkan berat badan, mencegah kanker, meningkatkan kesehatan kulit, menangkal alergi, menjaga kesehatan organ-organ tubuh, alam yang lain.


Nah, kini kita tak perlu jauh pergi ke Jerman, Meksiko, atau Perancis agar bisa mendapatkan air hidrogen. Melalui Hydrogin Atom, kita bisa mengkonsumsi “air ajaib” ini setiap waktu. Alat ini berbentuk menyerupai botol yang bisa mengubah air mineral biasa menjadi air yang kaya dengan molekul hidrogen aktif. Prosesnya tak perlu menunggu lama. Hanya lima menit saja, kita sudah bisa mengkonsumsi kesegaran air hidrogen. Dengan alat ini, kita tak perlu lagi membeli terus-menerus air hidrogen kemasan.


“Air hidrogen ini aman dikonsumsi setiap hari seperti air mineral biasa,” tegas Tyler LeBaron.
Hydrogin Atom ini amat ringan, hanya 274 gram, sehingga praktis dibawa ke mana-mana. Alat ini sangat layak menjadi teman traveling ataupun saat beraktivitas sehari-hari. Yuk, budayakan hidup sehat dengan mengkonsumsi air hidrogen!

30 Sep 2018

Yang Tipis, Ringan, dan Mumpuni Dambaan Jurnalis

(foto:y.prayogo)
“Selama di Kalimantan, kamu tetap harus mengirimkan naskah ya!” ujar sang redaktur.


“Siap, Bos!” jawabku spontan.


Ujaran redakturku itu bukanlah hal yang asing di telingaku. Hampir setiap bulan, aku mesti keluar kota, menunaikan tugas sebagai seorang jurnalis. Sebagian Pulau Jawa sudah pernah aku sambangi. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, sudah aku jelajahi. Tinggal Papua yang belum aku rambah.


Sebagai jurnalis, waktu kerjaku lebih banyak dihabiskan di luar kantor. Kubikel di kantor pun lebih sering kosong. Aku biasa mengerjakan naskah di mana pun dan kapan pun.


Untunglah, selama ini aku dibekali dengan laptop yang lumayan tangguh. Meskipun sekarang jamannya smartphone, tapi bagi jurnalis, peran laptop belum tergantikan. Laptop masih menjadi perangkat penting di medan karya seorang jurnalis.


Laptop yang selama ini menemaniku sudah berusia uzur. Aku telah menggunakannya sejak sembilan tahun silam. Mungkin nilai ekonomisnya sudah nol. Tapi, ia memang sangat tangguh, mampu menemaniku dalam kondisi apapun. Ia juga mampu diajak kerja super cepat.


Nah, lantaran sudah uzur dan akhir-akhir ini, kinerjanya agak lemot, aku berniat ganti laptop. Memilih laptop tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Aku mesti membuat aneka pertimbangan untuk menjatuhkan kepada satu pilihan. Maka, aku pun mengulik sana-sini, mencari tahu aneka laptop yang sekarang beredar di pasaran, dan tentu disesuaikan dengan budget yang ada di kantong. Tapi, aku juga telah menetapkan pilihan, laptop yang aku cari, mesti tipis, ringan, dan mumpuni.


Dia harus ramping alias tipis, agar lebih ringkas; bisa masuk ke dalam backpack. Intinya, dia tidak terlalu makan tempat di tas, sehingga mudah dibawa ke mana-mana.


Dia juga harus ringan. Mengapa? Kalau terlalu berat, pundak bisa pegel-pegel, Bos! Karena aku kerap bepergian, maka aku mesti memilih laptop yang ringan, jika perlu yang super ringan.


Lalu, dia juga harus mumpuni atau powerful. Sebagai jurnalis, aku memerlukan perangkat yang tangguh dibawa ke segala medan, yang mampu diajak bekerja keras dan tentu cepat.
Setelah mencari-cari sana-sini, bertanya ke banyak orang termasuk ke rumput yang bergoyang, sepertinya aku mesti menjatuhkan pilihan ke ZenBook 13 UX331UAL yang baru dirilis ASUS awal tahun ini.
(channel.asus.com)


Tipis Tapi Kuat
ZenBook 13 UX331UAL merupakan varian lain dari versi UX331UN. Katanya, ini perangkat yang paling menggambarkan inti dari ZenBook, yakni laptop 13,3 inci yang paling ringan. Anggota baru ZenBook ini memiliki ketebalan yang sama seperti saudaranya, ZenBook UX331UN, yakni hanya 13,9 milimeter. Namun soal bobot, ZenBook 13 UX331UAL lebih unggul. Bobotnya tak sampai satu kilogram, tepatnya hanya 985 gram.


Cucok! Tak makan tempat di dalam tas, dan yang penting juga, pundak nggak pegel-pegel.
Meskipun tipis dan enteng, ZenBook 13 UX331UAL telah memenuhi standar military-grade MIL-STD 810G. Ia juga lolos uji daya tahan, sehingga bisa digunakan dalam berbagai kondisi.


ASUS juga memberikan sentuhan modern pada ZenBook 13 UX331UAL, di mana pengguna cukup menghadapkan wajah ke layar atau dengan sentuhan jari di sensor fingerprint, maka dia bisa langsung bekerja. Kecanggihan ini tentu amat mendukung kerja-kerja jurnalistik di medan karya yang membutuhkan kecepatan.
(channel.asus.com)
Ringan Tapi Tangguh
ZenBook 13 UX331UAL didesain agar menjadi yang paling portabel. Maka, bobot pun menjadi prioriatas. Material magnesium aluminium alloy memberikan ZenBook 13 UX331UAL menjadi yang paling ringan dalam keluarga ZenBook.


Meskipun ringan, ASUS tak berkompromi terkait performa. Maka, ZenBook 13 UX331UAL diperkuat dengan prosesor tercepat Intel Core i generasi kedelapan. Prosesor tercepat itu dipadupadankan dengan RAM tercepat pula, DDR4 2133MHz, serta teknologi penyimpanan berkecepatan tinggi dan handal berbasis M.2 SSD.


Dan bagi seorang jurnalis, satu hal yang paling penting adalah kemampuan Wi-Fi. Tahu kebutuhan ini, ASUS mempersenjatai ZenBook 13 UX331UAL dengan fitur Wi-Fi Master. Dengan Wi-Fi Master, para pengguna ZenBook 13 UX331UAL bisa menikmati streaming video FullHD YouTube yang lebih lancar pada jarak 300 meter atau lebih. Jarak ini sekitar 65 meter lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya.



(channel.asus.com)
Berpadu dengan teknologi dual-band 802.11ac, Wi-Fi Master juga menawarkan kecepatan hingga 867Mbps atau sekitar enam kali lebih cepat dibanding single-stream 802.11n. Hal ini tentu amat mendukung para pengguna yang kerap bekerja di luar kantor, seperti saya, seorang jurnalis. Daya tahan baterai ZenBook 13 UX331UAL juga amat handal dan mumpuni. Dari berbagai hasil pengujian, saat ZenBook 13 UX331UAL digunakan secara multitasking non stop, baterai pada ZenBook 13 UX331UAL sanggup memasok daya hingga 4 jam 43 menit. Bahkan, ASUS mengklaim baterai ZenBook 13 UX331UAL sanggup bertahan hingga 15 jam.


Setelah melihat, menerawang, dan meraba ZenBook 13 UX331UAL, tunggu apalagi! Laptop generasi terbaru dari ZenBook besutan ASUS ini memang layak untuk pengguna yang sering "kelayapan" keluar kantor.